Menyedihkan! Wajah Gadis Ini Hancur Diserang Rakun, Begini Penampilannya Kini


Siapa yang tak sedih melihat wajah buah hati yang lucu, hancur karena serangan binatang buas. Siapa pun pasti tak menginginkan kejadian ini menimpa anaknya.

Namun nasib malang harus dialami seorang bayi. Dilansir TribunTravel.com dari laman en.goodtimes.my, Charlotte yang saat itu baru berusia 3 bulan diserang oleh rakun peliharaan keluarga.


Binatang yang sebenarnya pemalu ini dengan rakus mengunyah hidup, telinga kanan, dan setengah bibir Charlotte.


Insiden mengerikan ini bermula saat bayi Charlotte ditinggal sendirian oleh ibunya yang baru berusia 18 tahun dan ayahnya 23 tahun di dalam rumah.


Tanpa disadari, rakun yang biasanya dikurung, lepas, dan melarikan diri dari kandang. Binatang ini berhasil masuk ke dalam pintu yang terbuka dan mencapai kamar Charlotte.

Segera rakun itu dengan agresif menyerang Charlotte yang sedang tertidur. Serangan itu telah meninggalkannya luka parah di sekitar wajah.


Akibat kejadian itu, orang tua kandung bayi malang ini kehilangan hak asuh mereka atas Charlotte dan kakaknya, Marshall yang baru berusia 15 bulan. Keduanya kemudian diasuh oleh paman dan bibinya, Sharon, dan Tim Ponce.



Sejak serangan yang menyebabkan wajahnya rusak, Charlotte harus melalui sepuluh operasi rekonstruktif termasuk prosedur untuk menciptakan telinga buatan.

Meski harus menjalani masa kecil yang berat, untungnya, Charlotte dapat mengembalikan wajahnya menjadi lebih baik. Ini berkat kerja keras teman-temannya mengumpulkan sumbangan sebanyak USD 10.000 setara Rp 130 juta untuk membantu Charlotte.

Dokter bedah plastik Rumah Sakit Beaumont di Royal Oak yang bertanggung jawab penuh pada rencana operasi untuk pembuatan hidung, telinga kanan, dan memperbaiki bibir atasnya.


Hasilnya, Charlotte kini mendapatkan wajah barunya. Meski masih terbilang belum sempurna dan membutuhkan beberapa operasi lagi, Charlotte tetap bahagia dan optimis.


Dia yang dulu tak banyak bermain, kini lebih suka meluangkan waktu dengan teman-temannya. Satu hobinya adalah mengumpulkan anting-anting.

Dia mengatakan telah mengumpulkan banyak pasang anting-anting dan akan memakainya setelah memiliki telinga baru.


Kasus Charlotte mengajarkan kita untuk tetap waspada saat memelihara hewan liar. Sebab, meski sudah dipelihara sejak lama, namun namanya hewan liar, tetap saja berbahaya.


Jadi awasi keluarga dan peliharaanmu setiap saat.

Sumber Artikel : TribunTravel

Previous
Next Post »
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :